Kamis, 12 Desember 2013

SINOPSIS NOVEL ’ MONEY’


SINOPSIS NOVEL ’ MONEY’
Namanya Erika, atau sebut saja Erik. Siswi SMA Mardhika yang gaul, keren, pintar dan juga matre. Tapi sayang karna sifat matrenya itu membuat semua kelebihannya menguap. Sifat matrenya ternyata masih ditambah kebiasaannya bergonta-ganti pacar.
Muja menggoda Erik yang malah diam padahal Robin sedang melancarkan aksinya merayu anak-anak dari SMA lain. Erik diam saja toh itu tidak mengganggunya asalkan fulus dari Robin ngalir terus.
“Dasar Miss Money-Oriented!” Muja berdeklar.
Memang, kalau bergaul dengan anak-anak cowok… kita harus siap dan punya kuping yang tebal. Atau, kuping transparan dan tembus suara! Biar kalau masuk kuping kanan langsung keluar kuping kiri.
Erik memiliki sebuah syndrome yang gak suka banget sama yang namanya kaum adam. Dia jadi Money Oriented Girl karna ingin membalas dendamnya kepada cowok. Yang telah membuat kakak satu-satunya, Erina, meninggal dunia.
Di tengah situasi krisis eksis, Odith bersama gengnya berencana untuk merubah Erik. Tentu saja dengan dukungan aktornya, Abim. Tapi siapa sangka, dari yang awalnya hanya berencana main-main, ternyata Abim datang sebagai malaikat pujaan. Tanpa Abim ketahui, kehadirannya mampu mengubah kebiasaan Erik dan merubah perspektif bahwa tak semua kaum adam itu brengsek. Dan akhirnya keduanya pun saling membuka hati masing-masing.




Nama   : Witria Diah Sari
Kelas   : XI Bahasa
SMA Negeri 1 Margahayu
 
 

SINOPSIS NOVEL ‘MONEY’
(Per SUB-BAB)

&  SUB-BAB I:
Namanya Erika, atau sebut saja Erik. Siswi SMA Mardhika yang gaul, keren, pintar, dan… matre. Dia adalah cewek popular yang sering menjadi tempat bergantung teman-temannya yang ogah-ogahan mengerjakan tugas. Sifat matrenya ternyata masih ditambah dengan kegemarannya bergonta-ganti pacar. Kini ia sedang berpacaran dengan Robin, anak dari seorang manager perusahaan BUMN. Yang tentu saja Robin adalah tambang emasnya Erik.

&  SUB-BAB II:
Jika dihitung-dihitung, dalam waktu yang kurang dari 2 tahun di SMA Mardhika, Erik sudah gonta-ganti pacar sampai 4 kali, semuanya dengan cowok-cowok tajir. Prestasi yang luar biasa dan bikin cewek-cewek lain pada sirik.
Disisi lain geng Odith, yang tak lain ada Abim, Reno, Muja dan Zain mendapat hukuman dari Pak Yusak untuk menghadap Kepala Sekolah karna mereka bolos pada saat pelajaran Matematika berlangsung.
Pak Diman yang tak lain adalah Kepala Sekolah SMA Mardhika memberi hukuman kepada mereka untuk menjadi bagian dari panitia pada saat acara ulang tahun sekolah berlangsung. Mereka pun menyetujuinya dengan ogah-ogahan, tapi tersenyum ketika mereka teringat ada Erik yang jadi Sekretaris acara tersebut.
Erik saat itu sedang ditraktir Angga sang ketua OSIS di kantin sekolah. Ketika Angga bercerita tentang kehidupannya dan mengatakan jika ia mendapatkan Beasiswa di London, mata Erik berbinar-binar apalagi ketika Angga bilang jika pada saat liburan, setahun sekali pasti ia akan mengunjungi Negara itu untuk menemui saudaranya. Tiba saja terbesit dipikirannya untuk memutuskan hubungannya dengan Robin dan mulai memangsa Angga. Hal itu membuat Ery yang tak lain ketua Geng Melati di sekolah itu merasa sirik dengan kedekatan mereka berdua.

&  SUB-BAB III:
Hari jum’at, Odith dan gengnya sudah bersepakat berangkat lebih awal ke sekolah sesuai perintah Pak Kepala Sekolah kemarin, mereka diwajibkan untuk mengikuti rapat panitia acara ulang tahun sekolah.
Mereka lalu masuk keruang rapat yang ternyata semua sudah dipenuhi panitia. Erik sempat bingung juga melihat kehadiran mereka. Mau apa mereka datang kesini? Makhluk kaya mereka nggak mungkin banget dipilih sebagai perwakilan kelas.
Angga kemudian memberi tugas pada Odith dan gengnya untuk mengatur kendaraan-kendaraan yang datang ke acara mereka nanti, ya sebut saja Tukang Parkir.

&  SUB-BAB IV:
Akhirnya tanggal 22 Desember pun datang juga, acara ulang tahun sekolah ini diramaikan oleh beberapa band indie dari beberapa SMA lain yang diundang oleh SMA Mardhika.
Dan hari ini, kedekatan Angga dan Erik semakin erat saja, dimana ada Angga pasti disitu ada Erik.
Sementara itu, ditempat parkir, tugas yang dikira berat justru menjadi tugas paling menyenangkan bagi Odith dan gengnya. Tentu saja tugas mereka bikin senang, soalnya mereka hanya nongkrong! Karna setiap ada mobil datang, mereka tidak perlu repot-repot. Sebab sudah ada beberapa orang satpam yang akan mengaturnya.
Odith dan gengnya pun malah iku nimbrung menemui Erik yang sedang memilih-milih pita di stand bazaar. Muja malah menggoda Erik yang malah diam padahal Robin sedang melancarkan aksinya merayu anak-anak dari SMA lain. Erik diam saja toh itu tidak mengganggunya asalkan fulus dari Robin ngalir terus.
“Dasar Miss Money-Oriented!” Muja berdeklar.
Memang, kalau bergaul dengan anak-anak cowok… kita harus siap dan punya kuping yang tebal. Atau, kuping transparan dan tembus suara! Biar kalau masuk kuping kanan langsung keluar kuping kiri.

&  SUB-BAB V:
Acara ulang tahun sekolah ini ternyata sukses besar. Dan berkat Odith plus gengnya, pendapatan uang parkir pun terkumpul sampai Rp. 700.000. Keren… padahal, Pak Satpam kecipratan gak tuh?
Disisi lain, Angga mengajak Erik untuk makan di kantin. Selama itu, Angga terus menatap Erik. Erik menyantap makanannya dan tidak begitu peduli dengan Angga yang  terus menatapnya. Agak risih memang, tapi Erik suka.
Ketika bel berbunyi, Erik bergegas menuju kelas. Di ujung corridor menuju ke kelas X, lagi-lagi ia dihadapkan pada pemandangan yang tak sedap… Robin sedang berdua-duaan dengan Neisa, teman sekelas Rindang yang tempo hari digoda Robin juga. Dengan godaan yang sama, dasar gak kreatif!
Pulang sekolah lagi-lagi Erik harus terlibat masalah dengan Ery dan gengnya. Kali ini, trio Ucy, Ery dan Dewi mengeroyok Erik di halte depan sekolah. Melihat trio melati berjalan ke arahnya dengan wajah bersungut-sungut, Erik langsung bangkit. Ery mendorong tubuh Erik dengan kedua tangannya, dan saat dia siap melayangkan tamparannya ke pipi Erik, tiba-tiba Odith dan gengnya datang.
Ery menghentakan kaki penuh kejengkelan. Dia pergi meninggalkan halte dengan wajah merah menahan marah. Setelah Ery dan gengnya menjauh, barulah Odith melepaskan cengkramannya di tangan Erik. Erik menoleh ketika mendengar Odith menyalahkan sikapnya yang terlalu flirting terhadap Angga.
“Berteman juga ada batasnya, Rik. Apalagi status kamu masih pacar Robin…” Ujar Odith.
“Sebentar lagi juga udah enggak!”
Semuanya langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Erik dengan tatapan horror seakan-akan tak percaya apa yang baru saja mereka dengar. Erik mau putus lagi? Yaampun, Erik terlalu!.

&  SUB-BAB VI:
Erik berpikir memang sudah saatnya kini ia putus dengan Robin. Tapi  tunggu! Tungggu sampai ulang tahunnya datang sebentar lagi, lalu minta kado yang mahal dan Robin pun dibuang.
Besoknya pagi-pagi sekali Erik sudah bangun. Mama dan Papa nya sudah menunggu dengan sarapan yang lumayan istimewa. Mereka pun memberika Erik Notebook baru dan hiasan lumba-lumba dari Kristal.
Sesampainya di sekolah, Odith dn gengnya plus teman-teman di kelasnya mengeluarkan kado dan memberikannya kepada Erik. Ketika Odith meminta traktiran di kantin, Erik pun menyetujuinya dan tak disangka Angga pun ikut bergabung. Ternyata ada Robin disana, laki-laki itu terus memandangi meja Erik dan Odith dengan tatapan sinis.
Ketika di corridor, Erik pun melancarkan aksinya untuk memutuskan Robin, tentu saja dengan alibi yang dibuat-buat semenderita mungkin. Akhirnya Robin bisa menerima. Erik bersorak dalam hati, sebentar lagi Angga akan ada di genggamannya. London tunggu aku! Teriak Erik dalam hati. Tanpa mengetahui peristiwa yang baru saja terjadi telah melahirkan sebuah perubahan besar dalam hidup Robin.


&  SUB-BAB VII:
Tak mengherankan jika kini Erik lebih sering jalan dengan Angga. Tapi siapa yang tahu? Ternyata jalan sama Angga itu bikin bosen! Kencan pertama bukannnya diajak ke bioskop atau tempat-tempat romantis malah ke museum lukisan.
Esoknya Erik datang ke kelas dengan wajah malas dan Dita hanya terbahak-bahak mendengar cerita yang keluar dari mulut Erik. Ketika pulang, Erik sengaja menggunakan bus kota. Ternyata ada Abim disana dan entah kenapa suasana menjadi kaku padahal jika ada Odith, Muja, Reno dan Zain biasa-biasa saja.
Malamnya ketika Erik jalan dengan Angga, tak sengaja ia melihat Abim membawa tas belanjaan yang didepannya ada seorang wanita yang cantik. Dengan tatapan penuh cinta dan senyum mengembang, wanita itu lalu mengusap pipi Abim dengan lembut. Sejurus kemudian, wanita itu tampak mengeluarkan dompet dan mengambil sejumlah uang. Abim membukakan pintu untuk wanita itu sebelum akhirnya memutar kearah pintu pengemudi. Berbagai pertanyaan segera berseliweran di benak Erik. Siapa gerangan wanita itu? Ada apa dengan Abim? Jangan-jangan Abim adalah cowok peliharaannya?!
Ketika puang Erik langsung menelpon Odith meminta kepastian, tapi yang menjawab cuman menanggapinya dengan bercanda. Erik jadi kesal dengan Odith.

&  SUB-BAB VIII:
Ketika Erik disuruh mamanya mengantar kue untuk Budhe, mata Erik disilaukan oleh sebuah jaguar silver mulus yang dijamin bisa kepeleset kalau lalat hinggap disana. Saat lewat disamping jaguar itu, dengan noraknya Erik menyempatkan diri mencolek body mobil.
Waktu masuk ke kamar Odith, Erik jadi salah tingkah saat mendapati Abim juga ada disana sedang bermain game komputer bersama Odith.
Sejurus kemudian, Erik bagai terkena listrik 100 watt serta merta memperhatikan Odith dengan tatapan tak percaya saat mendengar jaguar silver didepan adalah milik Abim. Dan Erik dikejutkan kembali saat Abim mengeluarkan iPhone dari sakunya. Gadis itu hanya bisa terbengong-bengong.
Disepanjang pulang, Erik terdiam. Didalam otaknya saat ini hanya ada Abim dan jaguarnya, serta perusahaan-perushaan besar yang jadi background imajinasinya. Pemandangan yang indah~

&  SUB-BAB IX:
Erik berjalan menuju kelas XI A dan mulai flirting kepada Abim, disana ada Odith yang tersenyum-senyum mengerti dengan maksud kedatangan Erik ke kelasnya.
“Jadi minta nomer Abim, Rik?”
Odith menggoda Erik yang memberengut kesal. Abim jadi bingung kenapa Erik meminta nomer teleponnya tapi sejurus kemudian Odith pun memberikan nomer Abim kepada Erik. Setelah Erik pergi, barulah Odith dan gengnya membuat rencana untuk membuat  Erik jadi Taubat, tentu saja dengan umpannya Abim. Odith menceritakan perubahan sikap Erik yang disebabkan karna jaguar silver Abim yang parkir dirumahnya. Muja, Zain, dan Reno geleng-geleng dengan kelakuan Erik. Masa iya Abim mau disikat juga.
Malamnya, Odith dan gengnya berkumpul dikamar Odith membahas rencana lanjutan untuk mengerjai Erik! Odith meminjam hape Abim untuk melancarkan misi, yaitu nembak Erik!
Sementara itu mata Erik yang tadinya berat jadi berubah bersinar-sinar saat mengetahui siapa yang mengirim pesan, terdengar jeritan kecil dari mulutnya. Abim nembak! Abim nembak! Padahal disaat yang bersamaan, Odith dan gengnya sedang tertawa ngakak membaca balasan-balasan dari Erik. Disisi lain, Erik yang sama sekali tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi mulai berpikir kalau ternyata Abim itu romantic juga. Abim yang kelihatannya pendiam, ternayata bisa gaul juga lewat SMS. Bicara tentang Game Komputer, bisa… tentang makanan, bisa… bikin joke-joke segar, bisa… bahkan bicara tentang agama!
Padahal semua itu murni hasil kolaborasi dari empat anak yang memang ahli di bidangnya. Odith yang game mania, Reno yang kecanduan makanan, Muja yang terkenal dengan leluconnya, dan Zain yang sering ceramah.
Erik sempat berpikir, apa iya ia akan menjadikan Abim korban selanjutnya? Tapi kenapa tidak, meski dekat tetap saja Abim itu cowok! Dan cowok adalah kaum brengsek yang sukanya mempermainkan kaum hawa. Sekaranng adalah waktunya untuk membalikkan keadaan.

&  SUB-BAB X:
Esoknya, Abim melihat Erik berjalan ceria ke arahnya. Baru kali ini Abim melihat senyum Erik begitu manis. Ketika mereka duduk berdua, Erik malah bingung, Abim tampak cuek duduk disampingnya. Kok, kesannya beda dengan disms kemarin ya? Erik pun berpamitan untuk kembali ke kelasnya. Terlihat raut lega di wajah Abim dan mereka pun berpisah tanpa banyak kata-kata.

&  SUB-BAB XI:
Seminggu pacaran dengan Abim, Erik mulai merasa ada yang aneh. Sudah seminggu ini Abim tak pernah menelpon sekedar untuk say Hi. Tapi ada kalanya Erik merasa bahwa Abim benar-benar mencintainya. Dan akhirnya Erik tahu bahwa Abim adalah sosok yang moody-an.

&  SUB-BAB XII:
Sejak bersama Abim, dia mulai sering memikirkan tentang kelangsungan hubungan mereka dan keseriusan Abim dalam hubungan tersebut.
Suatu hari Erik mengajak Abim menonton acara pensi di SMA 6. Abim tak menyangka jika Erik akan mengajak kencan ke tempat seperti itu. Erik lumer ketika Abim tersenyum kearahnya. Gadis itu mulai menggoda Abim dengan leluconnya. Seakan tidak mempedulikan keadaan sekitar, Abim dan Erik berlarian di halaman sekolah. Kejadian ini tak pelak membuat anak-anak yang menatap mereka ikut tertawa. Sementara Odith, Reno, Muja dan Zain yang ada di dalam kelas justru jadi heran menatap mereka berdua yang tiba-tiba menjadi romantic.

&  SUB-BAB XIII:
Erik memberikan Abim sebuah mouse wireless, Abim tampak senang dengan itu. Tapi kemudian ia ingat dengan kebiasaan Erik. Ia berpikir jadi beginilah aksi Erik ketika mereka berpacaran. Erik akan bertingkah seolah-seolah lelaki itu segalanya untuknya. Abim lalu bersikap seperti sedia kala. Padahal ia adalah orang pertama yang Erik berikan kado. Karena selama ini Erik tak pernah mau mengeluarkan uangnya untuk membeli kado.

&  SUB-BAB XIV:
Erik pun terbelalak kaget saat membaca nama yang tertera di layar Blackberry-nya. Abim? Tak ada hujan, tak ada badai. Tiba-tiba saja Abim menelpon dan mengajak kencan! Ada apa ini?
Tapi siapa yang tahu? Ternyata Abim mengajak Erik untuk menjalankan misi dari Odith! Untuk membuat Erik membatin dan  memutuskannya.

&  SUB-BAB XV:
Erik sepenuhnya sudah menyadari bahwa bisa jadi ini memang akan menjadi akhir dari dendamnya terhadap kaum Adam. Andy, tokoh inilah yang telah menanamkan benih kebencian dihati Erik saat ia menghancurkan hidup Erina, kakak Erik satu-satunya.
Seperti biasa, Odith memimpin rapat rahasia dengan target operasi merubah kebiasaan matre Erik yang memang sudah kelewat batas! Abim hanya diam saja, ia justru malas sendiri mendengar orang yang menjelek-jelekkan kebiasaan Erik yang matre.

&  SUB-BAB XVI:
Sesuai rencana, akhir-akhir ini Abim mulai jarang menampakkan diri di sekolah demi menghindari Erik.
Selama melancarkan misi itu, Abim jadi sering sensian, entah kenapa.

&  SUB-BAB XVII:
Abim terkejut ketika Erik mengajaknya untuk mampir kerumahnya. Ini pertama bagi Erik, sebelum-sebelumnya ia tidak mengizinkan siapapun untuk masuk kerumahnya. Tapi sejurus kemudian, Abim kembali lagi cuek seperti biasa. Erik sadar bahwa punya cowok yang gampang terpengaruh oleh mood memang membuatnya harus lebih pengertian dan banyak bersabar.
Dia harus bisa memaklumi kapan Abim bisa diajak bercanda, kapan dia harus membiarkannya sendiri. Ia akan memahami Abim sepenuh jiwanya. Erik menoleh kearah Abim sebentar, dan tersenyum penuh makna, “aku akan selalu sayang sama kamu, Bim!”
Tapi setelah itu Abim terus-menerus membuat Erik membatin, mulai dari menyindir, memeras uang Erik dan lain-lain. Abim sebenaranya kasihan. Ia tidak tega melihat Erik terus- menerus diam selama perjalanan.

&  SUB-BAB XVIII:
Abim terkejut ketika tak mendapati Erik di arena skateboard, ia panic lalu mencari Erik ke rumahnya. Siapa tahu ia pulang duluan karna kesal menunggu Abim? Tapi ia tak ada disana. Lalu Abim memutar otak dan instingnya membawanya ke sebuah taman. Erik disana, disebuah bangku taman dan terdiam.
Abim menghampiri Erik, gadis itu menatap matanya sendu. Ia berujar, “Kamu cinta pertama aku, Bim.”
Abim kaget, ada rasa bersalah menyesak di dadanya.
“maaf Rik, aku memang dituntut seperti itu.”
Erik terkesiap, menuntut penjelasan. Abim pun menjelaskan semuanya.
Tapi akhirnya Abim mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya terhadap Erik. Erik tersenyum menatap Abim. Dia merasakan ketulusan yang One hundred Percent datang dari Abim.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar