SINOPSIS NOVEL ’ MONEY’
Namanya
Erika, atau sebut saja Erik. Siswi SMA Mardhika yang gaul, keren, pintar dan
juga matre. Tapi sayang karna sifat matrenya itu membuat semua kelebihannya
menguap. Sifat matrenya ternyata masih ditambah kebiasaannya bergonta-ganti
pacar.
Muja menggoda Erik yang malah diam
padahal Robin sedang melancarkan aksinya merayu anak-anak dari SMA lain. Erik
diam saja toh itu tidak mengganggunya asalkan fulus dari Robin ngalir terus.
“Dasar
Miss Money-Oriented!” Muja berdeklar.
Memang, kalau bergaul dengan
anak-anak cowok… kita harus siap dan punya kuping yang tebal. Atau, kuping
transparan dan tembus suara! Biar kalau masuk kuping kanan langsung keluar
kuping kiri.
Erik
memiliki sebuah syndrome yang gak suka banget sama yang namanya kaum adam. Dia
jadi Money Oriented Girl karna ingin membalas dendamnya kepada cowok. Yang
telah membuat kakak satu-satunya, Erina, meninggal dunia.
Di
tengah situasi krisis eksis, Odith bersama gengnya berencana untuk merubah
Erik. Tentu saja dengan dukungan aktornya, Abim. Tapi siapa sangka, dari yang
awalnya hanya berencana main-main, ternyata Abim datang sebagai malaikat
pujaan. Tanpa Abim ketahui, kehadirannya mampu mengubah kebiasaan Erik dan
merubah perspektif bahwa tak semua kaum adam itu brengsek. Dan akhirnya
keduanya pun saling membuka hati masing-masing.
|
SINOPSIS NOVEL ‘MONEY’
(Per SUB-BAB)
& SUB-BAB I:
Namanya
Erika, atau sebut saja Erik. Siswi SMA Mardhika yang gaul, keren, pintar, dan…
matre. Dia adalah cewek popular yang sering menjadi tempat bergantung
teman-temannya yang ogah-ogahan mengerjakan tugas. Sifat matrenya ternyata
masih ditambah dengan kegemarannya bergonta-ganti pacar. Kini ia sedang
berpacaran dengan Robin, anak dari seorang manager perusahaan BUMN. Yang tentu
saja Robin adalah tambang emasnya Erik.
& SUB-BAB II:
Jika
dihitung-dihitung, dalam waktu yang kurang dari 2 tahun di SMA Mardhika, Erik
sudah gonta-ganti pacar sampai 4 kali, semuanya dengan cowok-cowok tajir.
Prestasi yang luar biasa dan bikin cewek-cewek lain pada sirik.
Disisi
lain geng Odith, yang tak lain ada Abim, Reno, Muja dan Zain mendapat hukuman
dari Pak Yusak untuk menghadap Kepala Sekolah karna mereka bolos pada saat
pelajaran Matematika berlangsung.
Pak
Diman yang tak lain adalah Kepala Sekolah SMA Mardhika memberi hukuman kepada
mereka untuk menjadi bagian dari panitia pada saat acara ulang tahun sekolah
berlangsung. Mereka pun menyetujuinya dengan ogah-ogahan, tapi tersenyum ketika
mereka teringat ada Erik yang jadi Sekretaris acara tersebut.
Erik
saat itu sedang ditraktir Angga sang ketua OSIS di kantin sekolah. Ketika Angga
bercerita tentang kehidupannya dan mengatakan jika ia mendapatkan Beasiswa di
London, mata Erik berbinar-binar apalagi ketika Angga bilang jika pada saat
liburan, setahun sekali pasti ia akan mengunjungi Negara itu untuk menemui
saudaranya. Tiba saja terbesit dipikirannya untuk memutuskan hubungannya dengan
Robin dan mulai memangsa Angga. Hal itu membuat Ery yang tak lain ketua Geng
Melati di sekolah itu merasa sirik dengan kedekatan mereka berdua.
& SUB-BAB III:
Hari
jum’at, Odith dan gengnya sudah bersepakat berangkat lebih awal ke sekolah
sesuai perintah Pak Kepala Sekolah kemarin, mereka diwajibkan untuk mengikuti
rapat panitia acara ulang tahun sekolah.
Mereka
lalu masuk keruang rapat yang ternyata semua sudah dipenuhi panitia. Erik
sempat bingung juga melihat kehadiran mereka. Mau apa mereka datang kesini?
Makhluk kaya mereka nggak mungkin banget dipilih sebagai perwakilan kelas.
Angga
kemudian memberi tugas pada Odith dan gengnya untuk mengatur
kendaraan-kendaraan yang datang ke acara mereka nanti, ya sebut saja Tukang
Parkir.
& SUB-BAB IV:
Akhirnya
tanggal 22 Desember pun datang juga, acara ulang tahun sekolah ini diramaikan
oleh beberapa band indie dari beberapa SMA lain yang diundang oleh SMA
Mardhika.
Dan
hari ini, kedekatan Angga dan Erik semakin erat saja, dimana ada Angga pasti
disitu ada Erik.
Sementara
itu, ditempat parkir, tugas yang dikira berat justru menjadi tugas paling
menyenangkan bagi Odith dan gengnya. Tentu saja tugas mereka bikin senang,
soalnya mereka hanya nongkrong! Karna setiap ada mobil datang, mereka tidak
perlu repot-repot. Sebab sudah ada beberapa orang satpam yang akan mengaturnya.
Odith
dan gengnya pun malah iku nimbrung menemui Erik yang sedang memilih-milih pita
di stand bazaar. Muja malah menggoda Erik yang malah diam padahal Robin sedang
melancarkan aksinya merayu anak-anak dari SMA lain. Erik diam saja toh itu
tidak mengganggunya asalkan fulus dari Robin ngalir terus.
“Dasar
Miss Money-Oriented!” Muja berdeklar.
Memang,
kalau bergaul dengan anak-anak cowok… kita harus siap dan punya kuping yang
tebal. Atau, kuping transparan dan tembus suara! Biar kalau masuk kuping kanan langsung
keluar kuping kiri.
& SUB-BAB V:
Acara
ulang tahun sekolah ini ternyata sukses besar. Dan berkat Odith plus gengnya,
pendapatan uang parkir pun terkumpul sampai Rp. 700.000. Keren… padahal, Pak
Satpam kecipratan gak tuh?
Disisi
lain, Angga mengajak Erik untuk makan di kantin. Selama itu, Angga terus
menatap Erik. Erik menyantap makanannya dan tidak begitu peduli dengan Angga
yang terus menatapnya. Agak risih
memang, tapi Erik suka.
Ketika
bel berbunyi, Erik bergegas menuju kelas. Di ujung corridor menuju ke kelas X,
lagi-lagi ia dihadapkan pada pemandangan yang tak sedap… Robin sedang
berdua-duaan dengan Neisa, teman sekelas Rindang yang tempo hari digoda Robin
juga. Dengan godaan yang sama, dasar gak kreatif!
Pulang
sekolah lagi-lagi Erik harus terlibat masalah dengan Ery dan gengnya. Kali ini,
trio Ucy, Ery dan Dewi mengeroyok Erik di halte depan sekolah. Melihat trio
melati berjalan ke arahnya dengan wajah bersungut-sungut, Erik langsung
bangkit. Ery mendorong tubuh Erik dengan kedua tangannya, dan saat dia siap
melayangkan tamparannya ke pipi Erik, tiba-tiba Odith dan gengnya datang.
Ery
menghentakan kaki penuh kejengkelan. Dia pergi meninggalkan halte dengan wajah
merah menahan marah. Setelah Ery dan gengnya menjauh, barulah Odith melepaskan
cengkramannya di tangan Erik. Erik menoleh ketika mendengar Odith menyalahkan
sikapnya yang terlalu flirting terhadap Angga.
“Berteman
juga ada batasnya, Rik. Apalagi status kamu masih pacar Robin…” Ujar Odith.
“Sebentar
lagi juga udah enggak!”
Semuanya
langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Erik dengan tatapan horror
seakan-akan tak percaya apa yang baru saja mereka dengar. Erik mau putus lagi?
Yaampun, Erik terlalu!.
& SUB-BAB VI:
Erik
berpikir memang sudah saatnya kini ia putus dengan Robin. Tapi tunggu! Tungggu sampai ulang tahunnya datang
sebentar lagi, lalu minta kado yang mahal dan Robin pun dibuang.
Besoknya
pagi-pagi sekali Erik sudah bangun. Mama dan Papa nya sudah menunggu dengan
sarapan yang lumayan istimewa. Mereka pun memberika Erik Notebook baru dan
hiasan lumba-lumba dari Kristal.
Sesampainya
di sekolah, Odith dn gengnya plus teman-teman di kelasnya mengeluarkan kado dan
memberikannya kepada Erik. Ketika Odith meminta traktiran di kantin, Erik pun
menyetujuinya dan tak disangka Angga pun ikut bergabung. Ternyata ada Robin
disana, laki-laki itu terus memandangi meja Erik dan Odith dengan tatapan
sinis.
Ketika
di corridor, Erik pun melancarkan aksinya untuk memutuskan Robin, tentu saja
dengan alibi yang dibuat-buat semenderita mungkin. Akhirnya Robin bisa
menerima. Erik bersorak dalam hati, sebentar lagi Angga akan ada di
genggamannya. London tunggu aku! Teriak Erik dalam hati. Tanpa mengetahui
peristiwa yang baru saja terjadi telah melahirkan sebuah perubahan besar dalam
hidup Robin.
& SUB-BAB VII:
Tak
mengherankan jika kini Erik lebih sering jalan dengan Angga. Tapi siapa yang
tahu? Ternyata jalan sama Angga itu bikin bosen! Kencan pertama bukannnya
diajak ke bioskop atau tempat-tempat romantis malah ke museum lukisan.
Esoknya
Erik datang ke kelas dengan wajah malas dan Dita hanya terbahak-bahak mendengar
cerita yang keluar dari mulut Erik. Ketika pulang, Erik sengaja menggunakan bus
kota. Ternyata ada Abim disana dan entah kenapa suasana menjadi kaku padahal
jika ada Odith, Muja, Reno dan Zain biasa-biasa saja.
Malamnya
ketika Erik jalan dengan Angga, tak sengaja ia melihat Abim membawa tas
belanjaan yang didepannya ada seorang wanita yang cantik. Dengan tatapan penuh
cinta dan senyum mengembang, wanita itu lalu mengusap pipi Abim dengan lembut.
Sejurus kemudian, wanita itu tampak mengeluarkan dompet dan mengambil sejumlah
uang. Abim membukakan pintu untuk wanita itu sebelum akhirnya memutar kearah
pintu pengemudi. Berbagai pertanyaan segera berseliweran di benak Erik. Siapa
gerangan wanita itu? Ada apa dengan Abim? Jangan-jangan Abim adalah cowok
peliharaannya?!
Ketika
puang Erik langsung menelpon Odith meminta kepastian, tapi yang menjawab cuman
menanggapinya dengan bercanda. Erik jadi kesal dengan Odith.
& SUB-BAB VIII:
Ketika
Erik disuruh mamanya mengantar kue untuk Budhe, mata Erik disilaukan oleh
sebuah jaguar silver mulus yang dijamin bisa kepeleset kalau lalat hinggap
disana. Saat lewat disamping jaguar itu, dengan noraknya Erik menyempatkan diri
mencolek body mobil.
Waktu
masuk ke kamar Odith, Erik jadi salah tingkah saat mendapati Abim juga ada
disana sedang bermain game komputer bersama Odith.
Sejurus
kemudian, Erik bagai terkena listrik 100 watt serta merta memperhatikan Odith
dengan tatapan tak percaya saat mendengar jaguar silver didepan adalah milik
Abim. Dan Erik dikejutkan kembali saat Abim mengeluarkan iPhone dari sakunya.
Gadis itu hanya bisa terbengong-bengong.
Disepanjang
pulang, Erik terdiam. Didalam otaknya saat ini hanya ada Abim dan jaguarnya,
serta perusahaan-perushaan besar yang jadi background imajinasinya. Pemandangan
yang indah~
& SUB-BAB IX:
Erik
berjalan menuju kelas XI A dan mulai flirting kepada Abim, disana ada Odith
yang tersenyum-senyum mengerti dengan maksud kedatangan Erik ke kelasnya.
“Jadi
minta nomer Abim, Rik?”
Odith
menggoda Erik yang memberengut kesal. Abim jadi bingung kenapa Erik meminta
nomer teleponnya tapi sejurus kemudian Odith pun memberikan nomer Abim kepada
Erik. Setelah Erik pergi, barulah Odith dan gengnya membuat rencana untuk
membuat Erik jadi Taubat, tentu saja
dengan umpannya Abim. Odith menceritakan perubahan sikap Erik yang disebabkan
karna jaguar silver Abim yang parkir dirumahnya. Muja, Zain, dan Reno
geleng-geleng dengan kelakuan Erik. Masa iya Abim mau disikat juga.
Malamnya,
Odith dan gengnya berkumpul dikamar Odith membahas rencana lanjutan untuk
mengerjai Erik! Odith meminjam hape Abim untuk melancarkan misi, yaitu nembak
Erik!
Sementara
itu mata Erik yang tadinya berat jadi berubah bersinar-sinar saat mengetahui
siapa yang mengirim pesan, terdengar jeritan kecil dari mulutnya. Abim nembak!
Abim nembak! Padahal disaat yang bersamaan, Odith dan gengnya sedang tertawa
ngakak membaca balasan-balasan dari Erik. Disisi lain, Erik yang sama sekali
tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi mulai berpikir kalau ternyata Abim itu
romantic juga. Abim yang kelihatannya pendiam, ternayata bisa gaul juga lewat
SMS. Bicara tentang Game Komputer, bisa… tentang makanan, bisa… bikin joke-joke
segar, bisa… bahkan bicara tentang agama!
Padahal
semua itu murni hasil kolaborasi dari empat anak yang memang ahli di bidangnya.
Odith yang game mania, Reno yang kecanduan makanan, Muja yang terkenal dengan
leluconnya, dan Zain yang sering ceramah.
Erik
sempat berpikir, apa iya ia akan menjadikan Abim korban selanjutnya? Tapi
kenapa tidak, meski dekat tetap saja Abim itu cowok! Dan cowok adalah kaum
brengsek yang sukanya mempermainkan kaum hawa. Sekaranng adalah waktunya untuk
membalikkan keadaan.
& SUB-BAB X:
Esoknya,
Abim melihat Erik berjalan ceria ke arahnya. Baru kali ini Abim melihat senyum
Erik begitu manis. Ketika mereka duduk berdua, Erik malah bingung, Abim tampak
cuek duduk disampingnya. Kok, kesannya beda dengan disms kemarin ya? Erik pun
berpamitan untuk kembali ke kelasnya. Terlihat raut lega di wajah Abim dan
mereka pun berpisah tanpa banyak kata-kata.
& SUB-BAB XI:
Seminggu
pacaran dengan Abim, Erik mulai merasa ada yang aneh. Sudah seminggu ini Abim
tak pernah menelpon sekedar untuk say Hi. Tapi ada kalanya Erik merasa bahwa
Abim benar-benar mencintainya. Dan akhirnya Erik tahu bahwa Abim adalah sosok
yang moody-an.
& SUB-BAB XII:
Sejak
bersama Abim, dia mulai sering memikirkan tentang kelangsungan hubungan mereka
dan keseriusan Abim dalam hubungan tersebut.
Suatu
hari Erik mengajak Abim menonton acara pensi di SMA 6. Abim tak menyangka jika
Erik akan mengajak kencan ke tempat seperti itu. Erik lumer ketika Abim
tersenyum kearahnya. Gadis itu mulai menggoda Abim dengan leluconnya. Seakan
tidak mempedulikan keadaan sekitar, Abim dan Erik berlarian di halaman sekolah.
Kejadian ini tak pelak membuat anak-anak yang menatap mereka ikut tertawa.
Sementara Odith, Reno, Muja dan Zain yang ada di dalam kelas justru jadi heran
menatap mereka berdua yang tiba-tiba menjadi romantic.
& SUB-BAB XIII:
Erik
memberikan Abim sebuah mouse wireless, Abim tampak senang dengan itu. Tapi
kemudian ia ingat dengan kebiasaan Erik. Ia berpikir jadi beginilah aksi Erik
ketika mereka berpacaran. Erik akan bertingkah seolah-seolah lelaki itu
segalanya untuknya. Abim lalu bersikap seperti sedia kala. Padahal ia adalah
orang pertama yang Erik berikan kado. Karena selama ini Erik tak pernah mau
mengeluarkan uangnya untuk membeli kado.
& SUB-BAB XIV:
Erik
pun terbelalak kaget saat membaca nama yang tertera di layar Blackberry-nya.
Abim? Tak ada hujan, tak ada badai. Tiba-tiba saja Abim menelpon dan mengajak
kencan! Ada apa ini?
Tapi
siapa yang tahu? Ternyata Abim mengajak Erik untuk menjalankan misi dari Odith!
Untuk membuat Erik membatin dan
memutuskannya.
& SUB-BAB XV:
Erik
sepenuhnya sudah menyadari bahwa bisa jadi ini memang akan menjadi akhir dari
dendamnya terhadap kaum Adam. Andy, tokoh inilah yang telah menanamkan benih
kebencian dihati Erik saat ia menghancurkan hidup Erina, kakak Erik
satu-satunya.
Seperti
biasa, Odith memimpin rapat rahasia dengan target operasi merubah kebiasaan
matre Erik yang memang sudah kelewat batas! Abim hanya diam saja, ia justru
malas sendiri mendengar orang yang menjelek-jelekkan kebiasaan Erik yang matre.
& SUB-BAB XVI:
Sesuai
rencana, akhir-akhir ini Abim mulai jarang menampakkan diri di sekolah demi
menghindari Erik.
Selama
melancarkan misi itu, Abim jadi sering sensian, entah kenapa.
& SUB-BAB XVII:
Abim
terkejut ketika Erik mengajaknya untuk mampir kerumahnya. Ini pertama bagi
Erik, sebelum-sebelumnya ia tidak mengizinkan siapapun untuk masuk kerumahnya.
Tapi sejurus kemudian, Abim kembali lagi cuek seperti biasa. Erik sadar bahwa
punya cowok yang gampang terpengaruh oleh mood memang membuatnya harus lebih
pengertian dan banyak bersabar.
Dia
harus bisa memaklumi kapan Abim bisa diajak bercanda, kapan dia harus
membiarkannya sendiri. Ia akan memahami Abim sepenuh jiwanya. Erik menoleh
kearah Abim sebentar, dan tersenyum penuh makna, “aku akan selalu sayang sama
kamu, Bim!”
Tapi
setelah itu Abim terus-menerus membuat Erik membatin, mulai dari menyindir,
memeras uang Erik dan lain-lain. Abim sebenaranya kasihan. Ia tidak tega
melihat Erik terus- menerus diam selama perjalanan.
& SUB-BAB XVIII:
Abim
terkejut ketika tak mendapati Erik di arena skateboard, ia panic lalu mencari
Erik ke rumahnya. Siapa tahu ia pulang duluan karna kesal menunggu Abim? Tapi
ia tak ada disana. Lalu Abim memutar otak dan instingnya membawanya ke sebuah
taman. Erik disana, disebuah bangku taman dan terdiam.
Abim
menghampiri Erik, gadis itu menatap matanya sendu. Ia berujar, “Kamu cinta
pertama aku, Bim.”
Abim
kaget, ada rasa bersalah menyesak di dadanya.
“maaf
Rik, aku memang dituntut seperti itu.”
Erik
terkesiap, menuntut penjelasan. Abim pun menjelaskan semuanya.
Tapi
akhirnya Abim mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya terhadap Erik. Erik
tersenyum menatap Abim. Dia merasakan ketulusan yang One hundred Percent datang
dari Abim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar